Senin, 15 Agustus 2016
 |
| bukit kosakora |
Udah lama banget sejak pertama kali saya pengen berangkat ke jogja, dari jaman awal-awal kuliah. Tapi, apa daya, dulu saya nggak hanya punya dana. Buat ke jogja aja harus nabung dan makan sehari sekali selama 8 bulan. Dan akhirnya cita-cita mulia ini bisa terwujud setelah saya berada di semarang, jawa tengah. Bermula dari percakapan di kosan.
“Kemana lagi nih selanjutnya?” Tanya saya sambil garuk-garuk kepala karna belum shampoan 1hari.
“Ke jogja?” jawab Ryan.
“Agendakan !!! Ke pantai jogja asyik nih? ” jawab saya
“Budgetnya berapa?” Tanya Ryan.
“Kita patungan,?” Jawab saya.
“Oke setuju, kita ngecamp apa gimana, atau gak kita nginep di tempat mbahku diklaten?” Tanya saya.
“Boleh tuh, lumayan hemat ongkos juga, kita nginep diklaten tempat mbahmu dulu besok paginya kita otw jogja”? Jawab Ryan.
Pertanyaan budget ini hampir selalu menjadi pertanyaan pertama yang ditanyakan ketika saya ngajakin jalan temen-temen saya. Karna, buat saya juga memang yang paling utama hahaha. Setelah pertanyaan itu saya langsung buka HP saya dan mulai mencari cara pandang bisa ke Jogja juga mencari kegiatan apa aja yang bisa dilakuin disana.
Setelah browsing akhirnya ketemu bahwa kalo mau ke Jogja, saya harus menempuh 4 sampai 5 jam dari kosan di Semarang jawa tengah, dilanjut mencari lokasi pantai yang ingin di singgahi ketika sudah sampai Jogja.
Setelah ketemu jalan dan budget kasarnya, akhirnya kami mulai beberes. Packing baju celana dan perlengkapan seadanya, sandal bersihin dan sepatu, dan mandi tidak lupa asli segerrnya bukan main. Hasilnya, setelah mandi, gatal di rambut saya hilang, bulu kuduk berdiri, dan biji mengkerut kayak kura-kura yang palanya masuk ke batok kalo terancam terancam.
Setelah semuanya beres, saya langsung cabut dari kosan dan berangkat menuju indomar * t pastinya, untuk membeli logistik seperti air mineral dan makanan ringan dengan harga RP. 20.000. Setelah 2 jam perjalanan akhirnya sampe di klaten delanggu jawa tengah. Tanpa berlama-lama saya langsung ajak Ryan makan soto andalan Seharga RP. 3.000. di Pakis delanggu jam 10 siang dan sampai sekitar jam 2 siang dengan total anggaran yang dikeluarkan untuk bensin dan makan RP. 25.000.
Malasah datang ketika sampai di terminal IR Soekarno, Klaten. Ketika sedang mencari lokasi yang dituju, tiba-tiba sinyal hilang begitu saja, satu-satunya jalan mencari sinyal saat perjalanan perjalanan. Dengan wajah yang penuh dengan butiran debu asap knalpot dan panasnya trotoar jalanan.
 |
| Terminal Ir Soekarno Klaten |
Setelah liat-liat google maps, akhirnya lokasi yang di tuju dan kami melanjutkan perjalanan.
“Gimana yan lanjut”? Tanya saya.
“Lanjut toh yo”? jawab Ryan.
“Oke yan, kesel gak gantian tak didepan bawa motornya? Tanya saya
“Santai wae jon (santai aja jon)” ?, kalo udah cape pegel baru gantian nanti ”? Jawab ryan.
saya langsung cek google map dan ternyata perjalanan kesana makan waktu 2 jam, itu kalo pakai mobil pribadi, kalo pake motor mungkin bisa 3 sampai 4 jam. Sedangkan kalo hari libur pasti macet untungnya kami berangkat bukan pas hari libur. Dan kami juga didirikan di warung angkringan di pinggir jalan, sambil memesan kopi hitam dan gorengan yang baru matang dari penggorengan, tidak lupa untuk mengecek peta google ternyata masih lumayan jauh perjalanan lokasi yang kami tuju. Akhirnya saya nanya ke mas "angkringan, dan orang di angkringan itu bilang kalo ke gunung kidul sekitar 3 jam. Jadi saya coba cek google maps lagi. Dan ternyata betul, kisaran 3 jam kami menempuh jarak untuk sampai di pantai yang kami tuju, kemudian saya bilang ke ryan.
“Jon, ini kalo kita cek google maps, paling lambat sampai di tempat tujuan ya 3 jam itu juga kalo gak eror lagi nih google maps”
“Hahahaha” sisambut tawa kami menghilangkan lelah sewaktu-waktu.
Setelah bertanya dan mengecek google maps, akhirnya saya dapet info kalo ternyata ada jalan pintas untuk ke Gunung kidul, tapi kami tidak tau lewat jalan mana agar bisa 3 jam sampai di tempat lokasi. Akhirnya sekitar jam 1 saya dan ryan melanjutkan perjalananan menuju Gunung kidul. Kami melewati desa yang bercampur sawah ladang yang indah tampak gagah sang Merapi di hadapan kami, panas terik matahari di siang hari tidak membuat kami menyerah untuk sampai di tempat tujuan kami.
Sempet ada rasa takut nggak sampe tepat waktu dan takut kemaleman, tapi, akhirnya kami sampai di pertigaan menuju pantai di gunung kidul, jogjakarta jam 14:30. Sampe disana, ternyata pantainya berada di ujung atau menempuh jarak 30 menit lagi. Saya mikir “ini kayaknya kita harus lanjut terus biar agar sampai sana gak sakit banget, saya lanjutkan perjalanan menuju bukit dan pantai yang ingin kami singgahi.
Beberapa saat, saya langsung sampe di pantai yang kami tuju dan langsung parkir motor lanjut jalan kaki agar sampai di bukit kosakora. Setelah itu saya melewati pantai drini dan pantai nglambor dan harus melewati 2 bukit dan harus melewati anak tangga yang tinggi saya pun menyemangati teman saya yang suka, baru bisa sampai ke bukit kosakora. Suasana dibukit kosakora nggak terlalu ramai cuma kami dan pasangan muda mudi yang sedang berselfi ria. saya langsung mikir, wah, saya kira-kira di atas ternyata sepi, hahahaha. Setelah 4 jam, akhirnya kami mulai berfoto berselfi mengabadikan dan mencari spot foto yang sekiranya bagus. Ternyata ada warung di atas bukit yang ketinggiannya mencapai 100 mdpl. Kami bersantai di bawah pohon yang berada dideket warung sambil melihat ombak pantai yang sangat tinggi,
Singkat cerita kami pun siap pulang ke klaten
Hujan turun dan kami berhenti tiba untuk mencari tempat berteduh, kami berteduh di halaman rumah warga pengrajin ukiran untuk batu nisan makam Sampai waktu menjelang maghrib hujan tidak kunjung reda, salahnya kami lupa membawa jas hujan dan kami pun harus menunggu hujan sampai reda pukul 19:00.
Hujan pun mulai reda tiba '' gerimis datang lagi baru juga perjalanan perjalanan kami harus mencari tempat berteduh lagi di desa yang di tengah alas hutan pohon rindang, angin kencang hujan yang sangat deras hingga petir bersama seakan sedang ada konser acara Death metal Hahahahah, saya melihat jam ternyata pukul 20:30 malam tampak sunyi sepi suasana hening mulai merasa. Hujan mulai reda kami mulai perjalanan untuk pulang ke tempat mbah saya di klaten delanggu, hujan mulai lagi sesampainya di terminal penggung klaten saya pun berkata pada ryan "jon piye ngiyup sek wae yo" kami pun basah kuyup untung nya baju dll, Kami tinggal di klaten untuk jaga "kalo sewaktu besoknya hujan dan tidak ada panas, kami masih ada baju ganti lagi.
sesampainya di tempat mbah saya pukul 22:00 malam sudah sepi dan saya pun mulai merapihkan dan mengganti pakaian yang tadi basah sehabis hujan dan lanjut beristirahat.
Rincian biaya transport
Logistik seadanya - indomaret Rp. 20.000
Bensin pulang pergi semarang - Gunung kidul jogja Rp. 50.000
Wisata kuliner - pakis delanggu jawa tengah Rp. 15.000
pngkringan - arah gunung kidul Rp. 5.000
Parkir dan biaya masuk - RP. 15.000
Penginapan - Gratis
Catatan:
Semarang - Gunung kidul sekitar total 105rb
Komentar
Posting Komentar